Cara Praktis Memanfaatkan Smartphone Untuk Meningkatkan Produktivitas

Keberadaan ponsel cerdas di zaman sekarang tak pelak jadi kebutuhan penting, kalau tidak dibilang mendasar. Sepertinya, tak ada seharipun yang terlewat tanpa memegang perangkat canggih yang akhir-akhir ini harganya semakin terjangkau tersebut.

Dan bila berbicara tentang keinginan versus kebutuhan, well, semua orang punya versi masing-masing. Namun sejatinya, smartphone hanyalah alat. Sebuah perangkat yang didesain untuk mempermudah aktivitas pemakainya.

Mudah dalam hal apa? Ini juga subyektif. Ada yang menggunakan smartphone untuk mempermudah eksis di dunia maya, menjalankan bisnis, atau bisa juga mengandalkannya untuk lebih produktif dalam berkarya.

Sayangnya, konfigurasi awal ponsel pintar saat pertama kali kita beli bukanlah setelan maksimal untuk lebih produktif. Sebaliknya, justru malah membuat kita secara tak sadar makin kecanduan. Adiksi ini kian gawat jika ujung-ujungnya mengacaukan konsentrasi dan – pastinya – bakal mempengaruhi level produktivitas.

Thus, adakah cara praktis memanfaatkan smartphone untuk meningkatkan produktivitas?

Saya yakin semua orang punya jurus yang berbeda. Dan di artikel ini, saya ingin berbagi tentang cara-cara yang saya lakukan untuk mempermudah aktivitas dan sekaligus pula meningkatkan produktivitas pada ponsel saya. (By the way, dalam kasus ini ponsel yang saya miliki adalah iPhone. Jadi untuk Anda yang berponsel Android, Anda bisa mengambil poin-poinnya dan menyesuaikan dengan pengaturan yang ada di Android. Deal?)

Ok, berikut tips-tipsnya:

Matikan (semua) notifikasi

Ketika asyik membuat laporan pekerjaan – eh – ada tuing tuing. Sedang baca buku, lah fokus langsung buyar denger bunyi tuing. Entah itu dari Whatsapp, email atau cuma notif media sosial, notifikasi adalah sumber pengalihan (distraksi) yang sangat mengganggu. Jadi, yang saya lakukan:

Setting > Notifications

pengaturan notifikasi iphone

Pada opsi Show Previews pilih Never, dan cek setelannya secara manual di semua aplikasi.

Tentu tidak semua aplikasi dimatikan notif-nya. Ada beberapa yang menunjang produktivitas, seperti Calendar atau aplikasi lain. Jadi disini yang berlaku adalah skala prioritas.

Dengan cara ini, seolah saya yang memegang kendali kapan untuk mengecek notif-notif, bukan sebaliknya. Dan otomatis ini dapat memperpanjang masa fokus pada satu aktivitas.

Ada yang suka dengan hanya mengaktifkan mode silent, boleh juga. Tapi itu tak lantas dapat meningkatkan produktivitas. Baca terus deh, nanti Anda akan tahu sebabnya.

Sembunyikan aplikasi media sosial

Bukan rahasia lagi kalau media sosial adalah distraksi yang kadang kita perlakukan dengan terlalu permisif. Ada notif Whatsapp, oh, ya maklum. Like di Instagram, wow, nyess.

Dan dengan tujuan untuk lebih cepat mengakses, banyak yang menempatkan aplikasi media sosial di halaman depan layar ponselnya. Ada wangsit lewat, langsung cus ngetwit. Suntuk, langsung mengakses Youtube sampai berjam-jam.

Yup, it’s ok kalau Anda sedang galau, nggak ada kerjaan, atau memang seorang penggiat social media marketing. Tapi untuk yang ingin lebih fokus, cara jitu untuk meminimalisir keinginan ber-medsos adalah menempatkan aplikasi pada tempat yang tersembunyi.

memanfaatkan smartphone agar lebih produktif

Jadi, kumpulkan semua aplikasi medsos pada satu folder atau deck, lalu taruh aplikasi-aplikasi yang sekiranya mengganggu konsentrasi. Pada folder social yang saya buat misalnya, Twitter dan kawan-kawan beserta game ditempatkan di halaman kedua dari folder. Jadi – free – hanya WhatsApp yang kelihatan.

Nah, kan? Dengan mode silent, notifikasi tetap akan mempengaruhi keinginan Anda untuk langsung mengecek ke aplikasi. Kalau begini, keinginan itu nyaris minimal, karena aplikasi hanya terbuka jika sesuai dengan keinginan kita.

Ganti wallpaper dengan warna hitam

Secara psikologis, jika kita melihat wallpaper ponsel yang greget, pastilah setiap waktu akan memandangi dan kepingin terus berinteraksi. Apalagi kalau wallpaper-nya foto gebetan atau artis pujaan, wah, manteng terus dah jadinya.

pengaturan wallpaper iphone

Nah, dengan wallpaper minimalis, hitam misalnya, itu akan memberi kesan bahwa ponsel hanyalah barang biasa, bukan sesuatu yang harus diistimewakan. Nilai plus lainnya, wallpaper hitam jelas membuat baterai tahan lama, yaitu menghemat hingga 60 persen untuk layar OLED di kebanyakan produk iPhone.

Jadi, ke opsi Setting > Wallpaper > Choose a New Wallpaper > Stills. Pilih wallpaper hitam yang mojok sendiri di bawah.

Tempatkan aplikasi yang menunjang produktivitas paling depan

Tak semua aplikasi harus digelar di layar depan. Kalau saya, itu malah bikin pusing. Apalah artinya menggeber semua aplikasi jika cuma aplikasi itu-itu saja yang kerap dipakai?

aplikasi iphone untuk produktivitas

Saya pecandu berat Bear, dan sebagai blogger, aplikasi ini sangat membantu untuk mengikat ide tulisan dan drafting artikel yang akan di-publish.

Jadi untuk kemudahan mengakses, saya taruh aplikasi itu di deck utama di bawah. Begitu pun dengan aplikasi produktif lain, seperti yang saya pakai: Coatch.me. Dengan Coatch.me, saya dengan mudah men-track aktivitas yang sudah ditentukan jadwalnya, dan akan ada pengingat (reminder) yang sudah pasti saya on-kan notifikasinya.

aplikasi coachme di iphone

Matikan opsi review app

Kadang jengkel juga ketika ada pop up dari aplikasi untuk sekedar memberi rating, review atau tawaran aplikasi tambahan. Cara mematikannya mudah saja. Dari Settings > Apple ID > Itunes & App Stores.

pengaturan iphone review app

Geser untuk me-non aktif-kan In-App Ratings & Reviews. Aman sudah.

Maksimalkan fitur Do Not Disturb

Sudah di-silent tapi ponsel masih kedip-kedip ada telepon masuk? Seneng-seneng aja kalau sang pujaan hati yang menelpon. Tapi kalau dari nomor teman yang cuma kepingin ngerumpi, atau lebih parah lagi dari nomor tak dikenal, mumet kan jadinya?

pengaturan do not disturb iphone

Fitur Do Not Disturb adalah jalan keluar yang powerful bagi Anda yang tak ingin konsentrasinya terbelah. Caranya, masuk ke Settings > Do Not Disturb, lalu geser untuk mengaktifkan.

Jika ingin pada waktu-waktu tertentu tyda mau diganggu, ya jadwalkan saja. Pada contoh, saya memastikan dari jam sembilan malam sampai tujuh pagi tak ada telepon yang boleh masuk.

Lha, kalau yang menelepon penting banget gimana? Tenang, ada opsi Allow Calls From. Pilih saja Favorit dan tentukan nomor-nomor kontak mana saja yang masuk dalam kategori favorit idaman Anda. Sip?

Aktifkan widget Screen Time

Sebenarnya ini fitur baru di iOS 12. Jadi bagi Anda yang belum, segera saja upgrade.

widget screen time di iphone

Widget Screen Time ini, selain membantu kita dalam menganalisa seberapa banyak waktu yang kita habiskan saat menggunakan ponsel, juga memperlihatkan waktu yang dipakai pada kategori tertentu. Apakah produktivitas, social networking (termasuk di dalamnya medsos) atau hal lainnya.

Lebih pintar mengelola ponsel pintar

Lucu juga ya kalau dipikir-pikir. Smartphone diciptakan untuk mempermudah manusia, namun kadang struktur desain default-nya justru membuat waktu manusia banyak terbuang. Belum lagi dengan aplikasi-aplikasinya.

Namun bukan berarti kita menyerah begitu saja dengan ponsel pintar. Jika selama ini kita terlalu sibuk ngutak-ngatik gimana caranya agar ponsel makin ngebut, sudah saatnya sekarang kita manfaatkan kekuatan smartphone untuk men-support target-target pribadi. Ya, lebih pintar dalam pengaturan, juga lebih pintar memilih aplikasi yang sesuai.

Cara-cara yang saya kemukakan di atas mungkin hanya sedikit dari banyak cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir distraksi.

Dan jika Anda punya tips-tips lainnya tentang cara mengeset smartphone untuk meningkatkan produktivitas, silakan berbagi di sini.

Well, setidaknya kita semua sepakat:

Your smartphone is just a tool. Not your boss.

Right?

Freelance Engineer • Books • WordPress •  Users • Digital Artist • Accidental iOS App Developer • Gamers • Find me on: Twitter | Instagram

6 comments On Cara Praktis Memanfaatkan Smartphone Untuk Meningkatkan Produktivitas

Leave a Reply to Darin Cancel Reply

Your email address will not be published.

Site Footer