Jangan Posting Foto Liburan di Media Sosial!

Apa yang Anda rasakan saat melihat update status atau foto liburan teman di media sosial?

Kalau saya, ngiri.

Bukan tanpa alasan, bukan pula karena merasa inferior. Saya pun kadang (sering, ah) share foto-foto liburan di medsos dengan alibi yang campur aduk; antara berbagi kebahagiaan dan.. pamer. But, what’s wrong with that?

Sebuah studi oleh Aviva Holiday Report mungkin bisa jadi acuan. Dengan melakukan jajak pendapat yang diikuti oleh 2000 orang dewasa di Inggris, hasilnya, 73 persen responden mengaku ‘terganggu’ dengan foto-foto liburan teman di media sosial. Dan salah satu foto yang paling ‘dibenci’ adalah foto dengan model begini:

Bahaya share foto di medsos
Sumber: http://www.whiskeyriff.com/2017/06/28/shocking-study-shows-most-people-hate-seeing-your-vacation-posts-on-social-media/

Yawn, point of view yang bagus, bukan? Tapi tidak untuk yang melihatnya di medsos. Kenapa? Hmm, terlalu.. gimana gitu.

Yang menarik, survey itu juga menunjukkan bahwa 77 persen responden cenderung terobsesi untuk membagi foto liburan mereka. Jadi, di sisi lain benci foto liburan teman tapi sisi lainnya senang posting foto liburan. Apa ini yang disebut benci tapi rindu?

Marla Vanucci, seorang psikolog klinis menyatakan:

While it’s fairly easy to categorize the photographically incontinent under the headlines Narcissistic and Insecure, or some combination thereof, the photo-posting folks may not have the same clarity about themselves…

Yang diartikan secara bebas: walau mudah untuk mengambinghitamkan ke-tidak tahan-an untuk membagi foto itu demi narsis dan ke-tidak nyaman-an, atau kombinasi dari itu, orang-orang yang memposting foto boleh jadi tak memiliki kejelasan tentang diri mereka sendiri.

Dari pengamatan beliau, beberapa pasiennya pun memiliki gejala yang sama. Gejala itu berupa ‘kecanduan’ akan like, jempol, retweet atau sebangsanya. Orang yang mengidap ‘kelainan’ ini berusaha mem-post sebanyak mungkin foto dengan harapan mendapat sambutan. Dan mereka akan merasa ‘terkucilkan’ jika respon tak sesuai dengan ekspektasi.

Berikutnya, jadi seperti berada di lingkaran setan inter-personal, dimana mereka melakukan sesuatu yang dibenci orang lain namun juga berupaya agar orang lain menyukai mereka. Rumit, kan?

Hasil polling yang disponsori oleh sebuah perusahaan perangkat lunak, Cyberlink, di tahun 2014 pun mencengangkan. Dengan mewancarai 2268 orang dewasa di Amerika Serikat, sebagian besar dari mereka mengaku sengaja mengunggah foto di media sosial hanya untuk membuat jengkel teman dan koleganya. Di sisi lain, satu dari tujuh responden akan dengan senang hati meng-unfriend, unfollow atau block teman-temannya yang sering sharing foto liburan.

Apa yang terjadi dengan kita?

Beragam alasan tentu berada di belakang motif mengunggah foto liburan. Kalau di kalangan ibu-ibu milenial, mengunggah foto liburan adalah semacam update terkini aktivitas keluarga. Coba saja lihat di beranda Facebook. Padahal foto-foto yang diunggah di media sosial sangat rentan untuk disalahgunakan oleh orang yang tak bertanggung jawab lho, terutama foto anak kecil.

Bagi kita yang dewasa, lebih kompleks lagi. Dari sudut pandang saya sebagai pengamat medsos *tsah* pasti senang-senang saja melihat foto liburan teman, atau kolega yang bernarsis ria di tempat proyek baru. Namun dari lubuk hati yang dalam, ya seperti yang ditulis di awal artikel: ngiri.

bahaya foto di facebook
gimana, eneg kan lihat yang beginian?

Kompleksitas ini mungkin tergantung situasi dan kondisi juga. Di tanggal-tanggal muda misalnya, sewaktu dompet gemuk dan dada seluas lapangan bola, jempol terasa gesit sekali me-like foto-foto liburan di medsos. Tapi giliran saat dompet kurang gizi pun kepala nyut-nyutan, boro-boro like, scroll layar ponsel saja makin lama makin mual.

Tuhan.

Mungkin benar apa kata Aa Gym:

Jagalah hati, jangan kau kotori. Jagalah hati, lentera hidup ini.

Sekarang saya jadi mikir beberapa kali jika ingin mengunggah foto liburan (yang di atas nggak termasuk lho ya). Siapa tahu, kesenangan yang semu itu malah membuat mual orang yang melihatnya.

Bagaimana dengan Anda?

4 comments On Jangan Posting Foto Liburan di Media Sosial!

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer