Anggapan yang menyatakan bahwa blog hanyalah trend sesaat kini tampaknya makin jauh panggang dari api. Karena kalau begitu adanya, lalu apa jawaban dari pertanyaan: apa manfaat punya blog?

Perhelatan Pesta Blogger yang selalu konsisten meraup peserta dari event ke event sejak tahun 2008, ditambah lagi dengan telaknya pukulan gong deklarasi Blogger ASEAN baru-baru ini, menjadikan blog sebagai salah satu media yang diprediksi akan mampu terus survive dan bertahan, atau bukan mustahil malah menjadi trend yang terbarukan (re-trend).

Sebelumnya, mari kita tilik tulisan Nukman Luthfie yang menggambarkan fluktuasi kunjungan harian di tiap layanan blog yang cenderung menurun antara medio 2008 hingga menjelang akhir 2009. Terlepas dari belum adanya perbandingan informasi yang lebih akurat dengan tahun ini, opini yang disampaikan beliau memang bisa dimaklumi, mengingat fenomena serbuan social media – terutama Facebook dan Twitter – yang sedang hot-hot-nya kala itu. Keadaan makin suram, karena kebetulan pada masa itu blogger-blogger yang dianggap senior lebih banyak menghabiskan waktu di dua media itu ketimbang mengurus blog.

Nggak Ikutan Ngeblog?Opini Nukman pun sepertinya diamini oleh hasil survei Blogger Indonesia di tahun 2009 yang diprakarsai oleh IndoPacific Edelman dan Komunitas Blogger Blogfam. Hasil survey yang sempat dipublikasi oleh Ndoro Kakung itu mengungkap bahwa rata-rata responden berhenti ngeblog setelah dua tahun. Mengapa? Alasan-alasan manfaat punya blog yang dikemukakan beliau bisa jadi acuan, yaitu: tak lagi memiliki niat atau passion yang kuat, waktu luang, tenaga yang memadai, hingga merasa bahwa ngeblog tak memberikan manfaat ekonomi.

Nah, bagaimana dengan perkembangan blog sekarang? Saya tak berani berspekulasi, tapi bercermin dari pengalaman pribadi yang sudah mulai ngeblog dari tahun 2008 di platform Blogspot sampai akhirnya beralih ke paltform WordPress di awal tahun 2011, aktivitas ngeblog bagi saya masih sebuah kegiatan yang mengasyikkan.

Walau memang ada beberapa teman yang kini sudah pensiun, belum ngeh betul manfaat punya blog dan tak tahu rimbanya, ada saja blog-blog anyar yang bermunculan dan narablognya menjadi teman seperjuangan baru.Β  Ditambah lagi dengan alasan yang saya tulis di paragraf awal, sangat beralasan lah jika saya berani berpendapat bahwa ngeblog/blogging tetap berada di track yang positif.

Argumen lain? Gerakan blog workshop (blogshop) yang digelar oleh Telkomsel dan Kompasiana adalah salah satu pertanda bahwa kegiatan ngeblog mendapat dukungan serius agar terus membudaya. Belum lagi support dari Internet Sehat Blog & Content Award yang kini memasuki tahun ketiga, makin tipislah harapan insan maya yang menyebut blog adalah trend sesaat.

manfaat punya blog

Terakhir, coba tengok laporan hasil penelitian dari HubSpot – sebuah situs yang melayani research secara online – yang direview kembali oleh Lisa Barone (Co-Founder Outspoken Media, Inc.). Di situ peranan blog sebagai pendamping di dunia marketing maupun personal branding terpapar jelas, hingga Lisa pun tak ragu lagi mengeluarkan statemet: Tidak ngeblog atau tak tahu manfaat punya blog? Maka Anda adalah kaum minoritas.

Memang tak harus seperti itu sih, tapi kemungkinan itu ada, kan?

Pendapat sobat? πŸ™‚