Menjadi Saksi Seksinya Tebing Breksi

Lama nggak ngeblog, jadi kaku juga nih jemari *hehe* Oke deh, demi konten, saya isi edisi posting kali ini dengan cerita jalan-jalan aja yah? Iya lah, masa cerita horor? 😀

Dan lumayan makan waktu juga untuk memilah topik yang mau ditulis. Soalnya sejak hiatus, lumayan banyak lho trip-trip yang belum diceritain *uhuy* Thus, setelah melalui pertimbangan yang mudah-mudahan cukup matang, pilihan jatuh ke trip yang masih anget, yaitu jalan-jalan ke Tebing Breksi.

Awalnya saya nggak begitu antusias saat istri mendadak ngajak ke tempat wisata di daerah Sleman ini. Selain katanya tempat itu panas dan cuma nontonin tebing bekas tambang, saya lebih condong untuk asyik bergaya di depan Candi Plaosan atau berendam di Umbul Ponggok. Tapi semua keraguan itu sirna setelah melihat dengan mata kepala sendiri. Apik tenan!

wisata baru jogja tebing breksi

Kawasan ini memang dulunya adalah bekas tambang batu alam yang sejak tahun 2014 kegiatannya sudah distop oleh pemerintah. Lalu sejak tahun 2015 dibuka untuk umum sebagai salah satu destinasi wisata geosite di Jogja.

Ketika pertama kali dengar kata breksi, saya kira itu diambil dari nama tokoh mana gitu. Penemu atau apa lah, soalnya kalau diambil dari nama desa setempat, kayaknya kok kurang pas ya. Terlalu keren 😀 Tapi ternyata breksi itu diambil dari jenis batuannya.

geoheritage tebing breksi

Ya, breksi (bahasa Italia), adalah jenis batuan yang seolah direkatkan oleh semen berupa matriks berbutir halus. Jika dilihat, sepintas mirip tebing batu kapur. Konon formasi batuan ini terbentuk dari aktivitas vulkanis Gunung Nglanggeran di jaman baheula yang kini menjadi the new tourist trap di Jawa Tengah, khususnya Yogyakarta.

Rute menuju Tebing Breksi pun cukup mudah. Dari pertigaan Candi Prambanan, kendaraan dipacu ke arah selatan. Jangan kuatir bakal kesasar, karena di tiap persimpangan pasti ada papan tanda tuk mengarahkan para musafir yang haus akan liburan. Maklum, selain Tebing Breksi, Sleman juga punya tempat-tempat wisata lain, diantaranya Candi Ijo dan Candi Ratu Boko.

Medan jalan menuju situs beraspal mulus, namun mengingat banyaknya bus-bus parawisata yang hilir mudik, kesannya jadi off-road. Apalagi jalannya sempat melewati jalan perumahan. Dan menjelang beberapa ratus meter ke lokasi, mendadak jalan menanjak dengan kemiringan cukup ekstrim. Jadi wajar kalau di awal tanjakan dan di titik-titik rawan ditemukan papan besar bertuliskan ‘hati-hati, gunakan gigi dua’!

Sampai di gerbang masuk, petugas yang merupakan warga desa setempat menanyakan berapa orang. Untuk parkir dikenakan biaya 5000 rupiah, sedang entrance fee sebesar 2500 rupiah per orang. Well, welcome to the site!

parkir tebing breksi

Berhubung pas berangkat belum sempat makan siang, maka sebelum mendaki, skuad darinholic pun menyempatkan diri tuk mengisi perut. Beruntung, kawasan wisata Tebing Breksi memiliki stand kuliner yang mumpuni dengan view langsung menghadap situs.

Banyak pilihan menu lokal dan tentunya nggak merampok isi kantong. Harganya standar. Sama dengan warung-warung di luaran. Ada gado-gado, lotek, nasgor, mie rebus dan teman-temannya.

kuliner tebing breksi

view tebing breksi

Next, setelah rehat sejenak dan menunaikan Ashar, skuad pun mulai bereksplorasi. Di bagian dasar, di sisi tebing yang menjulang, area dihiasi oleh kolam ikan. Keberadaan kolam-kolam itu seakan memberi nuansa adem tersendiri bagi cuaca yang panas, dan ikan-ikan jinak di dalamnya sontak menjadi warm welcome bagi anak-anak.

kolam ikan tebing breksi

tebing breksi instagramable

Setelah puas ngobok-ngobok kolam, menikmati ornamen relief hasil pahatan seniman lokal di dinding tebing dan berjejalan dengan pengunjung yang rata-rata datang berombongan dengan bus wisata, skuad dengan semangat meniti tangga ke puncak.

Dan wow, saya sama sekali nggak nyangka. Ada taman bunganya! Pemandangan dari atas pun luar biasa!

tebing breksi panas

taman bunga tebing breksi

panorama tebing breksi wisata jogja

Ingin selfie dengan konsep dan latar berbeda? Jangan kuatir. Di puncak Tebing Breksi bertebaran mas-mas jasa foto yang akan sigap membantu menambah koleksi foto instagram dengan fee sukarela. Dan hebatnya, mas-mas itu bukan sekedar mengambil gambar dengan ponsel kita sendiri, tapi juga merangkap sebagai pengarah gaya. ‘Yak, tangannya ke atas sedikit, muka hadap ke samping, senyum, sip! Sekarang duduk, hadap ke depan, oke sip!’

jasa foto tebing breksi

swafoto tebing breksi

taman tebing breksi

Sejak ditetapkan sebagai kawasan wisata, Tebing Breksi telah mendapat banyak respon positif, terutama seiring makin banyaknya pengunjung yang membagikan foto-foto di media sosial. Nggak heran sih, memang instagramable banget tempat ini. Bahkan katanya sering menjadi lokasi pemotretan pre wedding!

Dan seiring mentari tergelincir di ufuk barat, pengunjung bukannya makin sepi, eh, malah tambah rame! Rupanya pesona sunset Tebing Breksi pun menjadi magnet tersendiri. Tapi berhubung rencananya magrib sampai di rumah, skuad pun mulai bergerak turun.

tangga tebing breksi

tempat foto tebing breksi

menu makanan tebing breksi

Begitulah, dari planning trip dadakan, malah membawa pulang kenangan yang menggelinjangkan *opo iki*

Apapun itu, Tebing Breksi memang seksi, dan kalau ada kesempatan, kepingin juga mengunjungi dan berbagi pengalaman muterin Candi Ijo dan Candi Ratu Boko, biar tahu kalau Candi di Jateng bukan cuma Prambanan dan Borobudur 😀

Btw, ada yang pernah ke Tebing Breksi juga?

Seorang freelance engineer penyuka konten tentang teknologi dan desain, terutama seputar web development/UX design. Yuk, saling sapa di Twitter!

4 comments On Menjadi Saksi Seksinya Tebing Breksi

  • Aku belum pernah ke sana. Hiks. Sekarang jadi pengen ke sana deh. Kayaknya tempatnya keren ya. Duh, semoga nanti bisa ke sana deh. Semoga. Semoga. Semoga.

    • Aamiin, semoga bisa terwujud Kim. Tempatnya memang keren dan bagusnya dateng sore2 jam 3-an gitu. Pas momennya 🙂

  • Tahun lalu saya ke Breksi, Mas. Udah tak tulis di blog juga, tapi versi saya tak begitu bisa menikmati. Hihihi.

    Saya datengnya dari atas. Jadi naik dari Klaten (Gantiwarno) lewat hutan ke arah Candi Ijo (pakai motor ya, kalau pakai mobil ndak isooo) soalnya naik turun off road di hutan gitu.

    Dari Candi Ijo baru turun ke Breksi, mampir bentar doang.

    Owalah, dari penjelasan di site ya, ada nyinggung Nglanggeran? Jauh Mas posisinya. Nglanggeran di Patuk Gunungkidul. Tapi naik lewat Gantiwarno lurus juga bisa sih. Nglanggeran deket sama rumah papaku.

    • Ooow, kabarnya dulu ga pake tiket masuk ya mbak, cuma sukarela gitu? Hmm mungkin Nglanggeran itu gugusan gunung ya, jadi luas banget cakupannya.
      Kenapa ga begitu menikmati mbak? Dulu masih gersang mungkin 😀 Kalau sekarang meski ga begitu rimbun di atasnya, yah lumayan dah ada taman2 bunga dan katanya dirawat intensif juga sama Pemda setempat.

Leave a reply:

Your email address will not be published.