Pembagian segmen penggunaan otak atau pemetaan otak masih saja hangat diperbincangkan, diulas dan terus dieksplorasi kemungkinan-kemungkinannya hingga sekarang. Dari mulai jaman Psikolog Jerman – William Stern – yang memperkenalkan konsep IQ di tahun 1912, Howard Gardner di medio 80-an yang mempopulerkan multiple intelligence, sampai pada konsep kesohor yang bernama Emotional Intelligence (EI) ala Daniel Goleman di tahun 1995. Tidak berhenti sampai di situ, di tahun 2000 muncul gagasan Spiritual Intelligent (SI) hasil pemikiran duet Zohar-Marshall.

Yup, bagaimana manusia memanfaatkan kinerja otak yang terdiri dari belahan kiri dan kanan, itulah pangkal dari uraian beragam tipe kecerdasan di atas. Dan walau sekarang telah hadir ide adanya otak tengah, topik mengenai pengembangan otak kiri dan kanan ini masih tetap relevan, apalagi sepertinya menarik jika dilihat dari perspektif blogger.

Sebelumnya, mari kita lihat diagram berikut:

Ngeblog Dengan Otak KananPemetaan otak versi Goleman di atas mencerminkan respon yang dianut tiap belahan otak. Otak kiri merespon segala sesuatu atau informasi yang bersifat rasional, logikal, analitik, numerik, linier dan verbal. Dengan kata lain, otak belahan kiri ini cenderung berfikir ke urusan teknis. Adapun otak kanan, sarat dengan respon intuitif, holistik, reseptif, eksperimental, subyektif dan non verbal. Singkatnya, otak kanan cenderung emosional dan perasa.

Dari sisi blogger, menulis untuk SEO, selalu berorientasi pada mesin pencari, single fighter, kerap bermain rasional dan menyukai tulisan-tulisan yang tersurat (gamblang) ketimbang tersirat, itulah tipikal blogger otak kiri. Sedangkan yang ngeblog dengan otak kanan, ia memvisualisasikan blognya secara utuh terlebih dahulu, lalu mengisinya dengan tulisan berdasarkan intuisi (feeling). Tak selalu teknis dan google-oriented, karena loyal reader-lah alasan ia akan terus menulis, menulis dan menulis lagi.

Nah, kira-kira dari diagram dan uraian di atas, kita termasuk tipikal blogger yang cenderung memainkan otak di bagian mana? Tertarik tuk berdiskusi? 🙂