Yoast Datang, All In One SEO Pun Hilang

Ya, setelah sekian lama, akhirnya blog ini mengalami transformasi plugin, yaitu pindah dari All in One SEO Pack (AIOSP) ke Yoast, dan sukses meng-import data SEO-nya.

Agak berat sebetulnya, karena AIOSP telah menjadi partner yang memuaskan semenjak blog ini lahir. Tapi seiring waktu bergulir, kini saya mulai melirik plugin SEO lain, yang mana terjadi saat saya dalam proses membangun blog monetasi. Dan dari hasil berbagai diskusi dengan rekan blogger, mengubek-ubek forum komunitas wordpress dan searching informasi di google, plugin yang paling handal untuk SEO saat ini adalah Yoast.

Alasan Lebih Memilih Yoast

Alasan utamanya adalah fitur. Plugin Yoast memiliki berbagai fitur SEO yang langsung tampil saat mulai menulis artikel blog. Jika biasanya kita ‘mengawang-awang’ tentang bagaimana tulisan yang sesuai dengan kaidah SEO, plugin ini menampilkannya langsung di depan mata.

fitur plugin yoast seo

Ada dua faktor yang jadi perhatian, yaitu faktor keterbacaan konten (readability) dan tentu saja optimasi SEO. Keduanya ditandai dengan warna: abu-abu, merah, kuning dan hijau, sebagai indikator konten.

Di bagian bawah kolom penulisan artikel, indikator itu dipecah menjadi beberapa bagan.

pengaturan seo yoast di artikel

Yang pertama adalah snippet preview, yaitu pengaturan tampilan artikel saat muncul di mesin pencari. Disini kita bisa memanipulasi judul, slug (alamat eksak URL artikel) dan deskripsi meta secara manual.

Berikutnya adalah analisa readability. Apa sih artinya?

Yoast menganalisa keterbacaan konten dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:

  • Bagaimana transisi kalimat dari satu paragraf ke paragraf lainnya?
  • Adakah kata yang berulang digunakan di awal paragraf?
  • Adakah kata-kata yang tidak perlu dan bisa dihapus?
  • Panjang paragraf?
  • Panjang kalimatnya?
  • Adakah penggunaan kata kerja pasif pada kalimat?

Sayangnya, fitur readability ini belum mendukung bahasa Indonesia, jadi jangan heran jika indikatornya sulit untuk berubah hijau. Tapi untuk artikel berbahasa Inggris, tentu sangat membantu. Dan dari poin-poin di atas pun sejatinya bisa jadi tips tersendiri tentang bagaimana membuat struktur artikel yang tak hanya disukai pembaca, tapi juga mesin pencari.

Di bawahnya, ada fitur yang jadi incaran para blogger. Ya, apalagi kalau bukan: keyword, dimana plugin Yoast memakai istilah keyphrase. Lebih masuk akal sebenarnya, karena bukan cuma kata kunci yang difokuskan, tapi juga sinonim, relasi, dan semua yang menyangkut long tail keyword.

Selanjutnya ada opsi cornerstone content, yaitu apakah artikel yang dibuat merupakan artikel pilar atau hanya pendukung. Dan terakhir, insight, yakni berisi laporan langsung tentang kata atau frasa apa saja yang kerap muncul di artikel. Laporan ini bisa dijadikan panduan sebagai pertimbangan dalam pemilihan kata kunci.

Cara Pindah Dari All In One SEO Ke Yoast

Yang pertama, yaitu import data agar data-data SEO yang sudah diisi di plugin AIOSP dapat diambil. Tahapan yang dilakukan pun cukup mudah, yaitu:

  • Instal plugin Yoast SEO
  • Aktivasi plugin
  • Non aktifkan plugin All in One SEO
  • Import data SEO

Bagaimana cara import datanya?

cara import data seo ke yoast

Setelah Yoast terinstal dan diaktivasi, pilih saja menu SEO > Tools > Import  and Export. Lalu pilih tab Import From Other SEO Plugins. Pilih plugin SEO yang lama dan klik tombol Import. Tunggu beberapa saat hingga muncul notifikasi di bagian atas:

impor data seo all in one ke yoast

Kemudian cek di daftar postingan apakah meta dan deskripsi sudah terdistibusi. Jika sudah berarti proses import data SEO berhasil.

Namun jika karena sesuatu hal itu tidak berhasil, Anda bisa memakai plugin SEO Data Transpoter, dengan syarat blog Anda memakai theme yang didukung plugin tersebut (seperti theme Genesis yang saya pakai ini).

Pengaturan Plugin Yoast Untuk Pertama Kali

Ini yang saya sukai dari Yoast, karena pengaturan awalnya difasilitasi dengan tahapan yang bernama configuration wizard.

cara setting awal yoast seo

Disini ada 12 langkah yang harus dilewati, dimana opsi-opsi yang dipilih di tiap langkah merupakan data acuan Yoast untuk menyusun strategi SEO yang tepat bagi blog kita.

Berikutnya, jika memakai plugin Add Meta Tags dan XML Sitemaps, sebaiknya kita me-non aktifkan dan menghapus plugin-plugin tersebut karena Yoast sudah mem-back up semuanya.

instal yoast

Setelah semua beres, selesai sudah tahapan migrasinya, and… we’re good to go.

settingan yoast yang baik

Anda pengguna Yoast juga? Share pengalamannya dong.

Penyuka kopi, konten tentang teknologi dan desain, terutama seputar web development. Yuk, saling sapa di Twitter!

2 comments On Yoast Datang, All In One SEO Pun Hilang

Leave a reply:

Your email address will not be published.